Naik Perahu di Taman Glugut, Amazon van Bantul

Setelah kementrian Pariwisata memiliki pasukan GenPI (Generasi Pesona Indonesia) sekitar 2 tahun lalu, pariwisata di Indonesia seakan ga ada matinya.

Destinasi wisata baru seakan mulai tumbuh hingga pelosok tempat yang sebelumnya tidak diperhitungkan.

Nah, kali ini aku mau sedikit cerita tentang salah satu objek wisata yang menurutku masih baru di Yogyakarta karena secara umur memang baru satu tahun.

***

Minggu siang di awal bulan penuh cinta kali ini cukup bersahabat. Belum ada tanda-tanda akan turun hujan.

Udah lama nih ga keluar main.” kata masku sehabis sarapan pagi di Gudeg Ceker Mbak Heny Condongcatur.

Yuk ke mana kita?” sahut kami memberikan respon.

Setelah sampai rumah, akhirnya kita memutuskan untuk ke tempat wisata di daerah Bantul yang namanya Taman Glugut.

Jujur, aku yang orang bantul aja ga tau nama tempat itu, jadi ya langsung kita “oke” aja soal lokasi plesir tipis kali ini.

LOKASI TAMAN GLUGUT

Seperti biasa, aku akan memulai cerita dari cara kami mencapai lokasi.

Taman Glugut
Taman Glugut

Sekitar pukul 10.30 WIB kami berangkat dari rumah yang ada di jalan Kaliurang km. 13. Untuk dapat mencapai Taman Glugut kami mengambil arah Terminal Giwangan.

Dari terminal giwangan kami mengambil arah selatan ke jalan imogiri timur hingga ketemu perempatan jejeran (pleret). 

Setelah perempatan itu, teruslah ke selatan sekitar 500 meter mengikuti jalan utama hingga kamu tanda menuju Taman Glugut tepat di depan gapura warna hijau.

Tidak jauh setelah masuk gapura, kamu akan menemukan petunjuk arah lagi ke sebuah gang yang merupakan jalan utama menuju tempat parkir Taman Glugut. 

Jika sedang ramai, tempat parkirnya akan terasa cukup sempit. Dan tidak bisa dilalui mobil yang berpapasan. Jadi harap bersabar dan saling mengalah kalau mau lancar.

Taman Glugut Wonokromo
Selamat Datang di Taman Glugut

Kalau kamu masih bingung, coba aja ikuti peta ini. Semoga tidak semakin salah arah. Hehe..

NAIK PERAHU DI KALI OPAK

Setibanya di taman glugut, yang pertama kali kami lakukan adalah naik perahu berkeliling kali opak.

Untuk dapat naik perahu di taman glugut, kita harus membeli tiket seharga Rp. 5000 per orang. (Untuk usia di atas 2,5 tahun)

Taman Glugut
Naik Kapal Taman Glugut

Antrian untuk dapat naik perahu siang ini terasa cukup ramai. Aku dan rombongan harus menunggu sampai mendapatkan giliran

Setelah kami naik semua ke dalam perahu, perahu pun mulai jalan menyisiri sungai. Sambil menikmati perjalanan di sungai, aku coba ngobrol dengan supir perahu yang memang tepat berada di belakangku.

Mas, ini kali opak kan ya?” tanyaku

Ia mas.” jawab supir perahu.

Kalau naik perahu ini dilayani sampai jam berapa mas?” tanyaku lagi.

Kalau taman glugutnya sendiri sih buka 24 jam mas, tapi kalau perahunya ini cuma sampai jam 5 sore aja.” jawabnya.

Mendengar jawaban tersebut, aku semakin penasaran. Kenapa tempat wisata ini dibuka 24 jam? Apa ga serem, main ke objek wisata yang isinya hutan bambu dan pinggir kali.. 

Baca Juga:   Sejenak Menikmati Senja Di Candi Sambisari

Kalau malam, terus pada ngapain di taman glugut?” aku kembali bertanya.

Biasanya kebanyakan yang datang pada mancing mas.

Owalah, ternyata begitu.. wajar kalau 24 jam. Orang mancing kan emang ga kenal waktu.. hehe..

Taman Glugut
Bareng Supir Perahu Taman Glugut

Dari obrolan di atas perahu itu, akhirnya aku tahu kalau Taman Glugut ini umurnya baru satu tahun. Sedangkan untuk supir perahu mendapatkan bayaran dari komisi  berdasarkan jumlah tiket yang diperolehnya per hari.

NYEBRANG KALI PAKAI GETEK

Setelah selesai naik perahu, keenan minta untuk naik kapal nyebrang.

Ayah, ayo naik kapal..” kata keenan.

Itu bukan kapal dek, itu semacam getek.” jawabku.

Getek..” keenan yang umurnya baru mau 3 tahun mulai bingung.

Ya kalau jaman ayah kecil dulu taunya namanya getek.” aku coba meyakinkan keenan.

Btw, apapun nama transportasi penyebrangan tersebut. Aku akan lebih mudah menyebutnya sebagai “Getek”. Jadi ga usah dipermasalahkan dan diperdebatkan ya. Haha

Taman Glugut
Transportasi Penyebrangan Taman Glugut

Akhirnya kami tiba di sisi sungai opak yang kebetulan ada Getek yang siap berangkat mengantarkan pengunjung ke seberang sungai. Tanpa banyak membuang waktu, kami langsung naik ke atas getek tersebut.

Kalau bawa anak-anak sebaiknya kita jaga dan kita pegang karena di geteknya sendiri minim sekali media untuk bersandar atau berpegangan. Jangan sampai anak kita jatuh ke sungai.

Buat tambahan info aja..

Berbeda dengan naik perahu yang mewajibkan penumpangnya membeli tiket seharga Rp. 5000 sekali trip, maka untuk menyebrang menggunakan Getek ini kita cuma diminta untuk membayar seiklasnya.

Taman Glugut
Biaya Penyebrangan Taman Glugut

Oh iya, buat temen-temen yang mau nyebrang sungai jangan lupa masukin uang ke kotak ya. Transportasi penyebrangan sungai ini juga butuh BBM, begitu juga petugasnya. Jadi perlu tetap kita support biar objek wisatanya semakin baik dan berkembang lagi.

BERMAIN DI TAMAN GLUGUT

Sebagai sebuah taman, tempat ini memiliki taman bermain yang lumayan luas dan memiliki banyak wahana bermain untuk anak serta beberapa spot foto yang menarik.

Main Ayunan

Permainan pertama dari Aileen, Keenan dan Rafael setelah naik perahu adalah main ayunan.

Taman Glugut
Mainan Ayunan Taman Glugut

Banyak sekali lokasi di taman glugut yang menyediakan permainan ayunan. Permainan ini sebenarnya sangat familiar dan disukai oleh anak-anak.

Untuk bisa menggunakan permainan ini, kita tidak dikenakan biaya apapun. Yang dibutuhkan hanya kesabaran untuk menunggu giliran ayunan kosong.

Main ATV

Setelah puas bermain ayunan, kami coba untuk menuju tempat arena bermain lain. Kali ini aku dan Keenan mencoba untuk naik ATV.

Taman Glugut
Main ATV di Taman Glugut

Sama di tempat wisata lain. Untuk dapat menggunakan fasilitas ATV atau motor cross mini, kita diharuskan untuk menyewanya.

Biaya sewa untuk 1 kali putaran adalah Rp. 15 ribu.

Mewarnai

Karena Aileen saat itu tidak kami diijinkan untuk naik ATV, maka akhirnya ia kami berikan mainan mewarnai karakter di atas styrofoam.

Taman Glugut
Aileen mewarnai dengan cat air

Dengan cukup semangat dan teliti, aileen mulai mewarnai gambar pesawat yang dipilihnya.

Sampai akhirnya Dek Keenan datang mengganggu dan akhirnya kami putuskan bubar jalan untuk cari makan siang. wkwk

Spot Foto

Selain adanya tempat bermain untuk anak, Taman Glugut juga menyediakan beberapa tempat foto. Namun sayang, aku tidak mencoba sama sekali.

Taman Glugut
Ayunan gantung Taman Glugut

Yang pasti aku melihat ada spot yang menarik untuk swafoto seperti di atas ayunan gantung dan di atas pohon yang dibentuk seperti perahu.

Baca Juga:   Griya Persada Kaliurang, Hotel Yang Buat Kita Mager

Untuk foto di ayunan gantung yang berada di atas kali, sebaiknya kamu minta tolong kepada petugas. Kalau nyalimu kecil mendingan jangan naik sama foto di sana ya.. Bahaya.. jangan sampai kamu nyemplung ke kali opak. Kan bisa repot…

JAJAN DI TAMAN GLUGUT

Hal yang cukup menyenangkan menurutku di tempat ini adalah jajanan yang dijual.

Pasar Wulang Glugut
Pasar Wulang Glugut

Ketika aku berada di taman glugut, aku merasa jika tempat ini cocok banget untuk mengenalkan anak-anak dengan pasar tradisional. Bagaimana tidak, ketika kita masuk ke kawasan taman, kita akan dengan mudah menemukan pedagang yang menjual berbagai barang, mainan hingga kuliner.

Uniknya, beberapa barang atau makanan yang dijual ini jarang bisa kita temukan di kota. Jadi semacam jajanan pasar dan juga jajanan masa kecilku dulu lah.

Kue Sarang Laba-Laba

Tidak lama setelah Getek sampai di sisi sungai yang lain, aku bertanya kepada Aileen.

Kak, kamu mau jajan itu ga?” tanyaku sambil menunjuk pedagang yang sedang sibuk melayani pembelinya.

Itu apa to yah?” Aileen penasaran.

Itu Kue Sarang Laba-laba kak” jawabku.

Laba-laba? (makin penasaran dia). Kok warnanya pink sih?” tanyanya lagi.

Ya ga tau kak. Kita coba beli ya..

Akhirnya aku membeli jajanan yang bernama Kue Sarang Laba-Laba. 

Taman Glugut
Jajan Kue Sarang Laba-laba

Secara rasa menurutku jajanan ini rasanya biasa aja tapi lumayan banget buat cemilan sambil menikmati suasana di Taman Glugut.

Untuk bisa mendapatkan 1 kue sarang laba-laba, kita cukup mengeluarkan uang Rp. 2000. Ga mahal kan? hehe

Telur Dadar Mini

Tidak jauh dari tempatku, keenan dan mamanya rupanya sedang jajan telur dadar mini.

Jajanan ini menurutku biasa aja dan sudah banyak ditemukan. Wkwk.. Yang membedakan cuma cetakan wajan untuk menggoreng telurnya saja.

Taman Glugut
Telur Dadar Mini

Tapi berhubung Keenan emang suka sama telur dadar, dan kebetulan ukurannya kecil-kecil maka dia sudah pasti cocok dengan jajanan ini.

Harga untuk telur dadar ini juga tidak mahal. Karena berkisar pada harga 2 ribuan.

Sego Pecel – Kupat Tahu – Mie Ayam

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang, kami pun akhirnya memutuskan untuk mencari makan siang sebelum akhirnya pulang.

Di taman glugut ini, kita bisa menemukan banyak pilihan makanan dan minuman. Pempek, Mie Instan, Bakso, Mie Ayam, Kupat Tahu, Sego Pecel, Tiwul, hingga Cilok ada di sini.

Taman Glugut
Makan Siang di Taman Glugut

Untuk makan siang kali ini, kami berhenti di deretan tempat makan yang ada bawah bambu wulung dan kemudian memilih untuk membeli Sego Pecel – Kupat Tahu dan Mie Ayam.

Dari ketiga menu tersebut yang menurutku paling menarik adalah Sego Pecel yang dipincuk. Uniknya, harga masing-masing makanan yang kami pesan itu adalah Rp. 7000. (apa mungkin ini memang sudah kesepakatan pengelola dengan pedagang, aku kurang tahu.)

***

Secara umum ketika kemarin kami ke sana, cuaca cukup mendukung. Namun jika hujan, aku tidak bisa membayangkan bagaimana situasinya.

Mungkin itu sedikit cerita tentang pengalamanku main, naik perahu di Taman Glugut yang disebut Amazon van Bantul. Semoga bisa memberikan referensi tempat liburan bareng keluarga di sekitar Jogja selatan.

6 thoughts on “Naik Perahu di Taman Glugut, Amazon van Bantul

    1. wah enak banget itu kalau main ke tempat Budhe, udah langsung dapat tempat wisata seru.
      Btw, walaupun kemarin kelihatan oke, tapi kalau musim ujan kok sepertinya kurang oke ya tempatnya mas..

  1. aku pas ke situ pas agak lemas, setelah sebelumnya berkunjung ke Makam Imogiri dan Taman Pelangi, jadi jiwa petualanganku untuk nyebrang dg gethek tergerus…hahahha…alhasil juma berkeliling di pasarnya aja, ngemie ayam… pas HP lobet juga, lali gak bawa power bank yo wis pasrah wae…..ora iso mendokumentasi banyak-banyak…

    1. Wah sayang banget ya mbak.. Kayaknya besok harus datang ke sana lagi itu… hehe…
      Aku jadi penasaran ke Taman Pelangi yang dirimu tulis… kapan-kapan harus nyobain nih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.