Mas-Mas Misterius Yang Tak Ingin Kamu Segera Lulus – Para Penghuni Lab Part 1

Sebelum kamu lanjutin baca, ada baiknya aku kasih klarifikasi dulu terkait artikel ini.

Jadi ini sebenarnya artikel yang ditulis oleh istriku di blog https://mominimoo.blogspot.com. Ceritanya berdasarkan pengalaman istriku ketika sedang kuliah pasca sarjana di salah satu universitas negeri di Yogyakarta.

Mungkin ada yang bertanya: “Kenapa di publish di sini?

Ya gapapa to? kan yang punya artikel juga memperbolehkan dan malah pengen biar tulisannya bisa dibaca lebih banyak orang lagi, jadi kenapa ga?

Begitu ya teman-teman semua.. Intinya, nanti akan lebih banyak artikel mistis dari istriku di blog ini. So, tungguin aja..

Sekarang kita mulai ke artikel aslinya..

***

Sebagai (mantan) mahasiswa farmasi dan biotek, urusan ngelab udah jadi kegiatan sehari2. Dan kalo udah ngelab, itu bisa dari pagi sampai magrib.

Yang sering seliweran di lab tuh juga banyak, ada laboran (pastinya), ada mahasiswa, ada dosen, ada yang pegawai cleaning service, ada juga penghuni abadi yang gak tau udah dari kapan ngelab di situ (if you know what i mean).

Penghuni abadi ini jika melakukan “aktivitas”nya juga tidak mengenal waktu, juga tidak peduli suasana sedang ramai atau sepi. Yang punya pengalaman ngelab, minimal pasti udah pernah denger atau diceritain kisah-kisah horor di laboratorium tersebut.

Kisah-kisah yang mau momi ceritain ini ada yang berdasarkan pengalaman sendiri, ada yang pengalaman temen waktu ngelab, ada juga yang cuma cerita turun temurun. Karena ada beberapa cerita jadi bakalan panjang kalo dijadiin satu, maka ceritanya mau dibikin part 1, part 2, part 3, dan seterusnya..hehe

This is the part 1..please enjoy it! 😉

*******

Pertengahan bulan Maret 2017.

Lokasi laboratorium (salah satu universitas di jogja) disamarkan demi menjaga ketentraman para mahasiswa yang lagi ngelab (takutnya jadi pada mogok ngelab) 😂😂

Cerita Mistis
Ilustrasi Laboratorium (image: okezone)

Hari itu cuaca cukup cerah, suasana di laboratorium lantai 3 cukup terang meskipun hari sudah menjelang sore. Cahaya matahari berwarna keemasan menembus jendela-jendela besar di laboratorium.

Hari itu cuma ada (sebut saja) Surti yang sedang menunggu selesainya running mesin PCR.

Di laboratorium itu ada meja-meja dan kursi untuk spot diskusi, menulis, membaca jurnal ataupun kegiatan lain yang tidak berkaitan langsung dengan pekerjaan laboratorium. Karna bosan menunggu, Surti merebahkan kepalanya di salah satu meja diskusi yang ada di pojokan. Sambil memasang alarm di hapenya, dia memejamkan matanya dan tertidur.

Surti ini sudah cukup lama ngelab di situ, tapi sayangnya yang dia kerjakan seringkali gagal. Beberapa metode sudah dicoba, bahkan seringkali saat bekerja didampingi laboran senior yang sudah ahli. Entah salah di bagian apa, namun selalu saja ada kendala saat dia melakukan pekerjaan.

Saat Surti tertidur, Pak Sar (nama juga disamarkan) yang merupakan laboran di situ melihat Surti yang sedang tertidur di pojokan. Surti duduk di kursi sambil kepalanya direbahkan di meja.

Cerita Mistis
Ilustrasi Ketiduran

Saat itu Pak Sar melihat Surti tidak sendirian. Di sampingnya ada seorang lelaki yang sedang memandangi Surti tidur. Pandangan yang jika dibahasakan seperti pandangan seseorang ketika melihat kekasihnya tertidur.

Baca Juga:   Jadi Petugas Antar Dokumen Super Kilat Ke Jakarta

Pak Sar tidak berkomentar, tidak menyapa, tidak pula menaruh curiga meskipun lelaki itu asing bagi beliau.
Saat itu beliau mengira ia adalah tunangan Surti yang datang dari Surabaya.

Keesokan harinya, Pak Sar menyapa Surti di laboratorium.

Gimana hasil running PCR-nya mbak Surti? Bagus tidak hasilnya?“, tanya pak Sar.

Gagal malih (gagal lagi), Pak. Saya juga gak tau salahnya di bagian mana..” si Surti menjawab dengan lesu.

Ya udah gak papa, dicoba lagi aja hari ini. Kan ada masnya yang nungguin. Eh, itu kemarin tunangannya ya mbak?” Pak Sar bertanya karena penasaran.

Mas yang mana ya pak? Tunangan saya kan kerja di Surabaya pak, mana mungkin nungguin saya ngelab,” Surti menjawab dengan bingung.

Pak Sar merasa ada yang tidak beres. Beliau meminta Surti untuk tidak bekerja di laboratoriumnya hari itu dan menyarankan Surti untuk mencoba ngelab di fakultas tempat dosen pembimbingnya mengajar.

Akhirnya Surti pindah tempat ngelab. Dan hari itu pekerjaannya lancar jaya. Padahal dengan metode yang sama, bahan yang sama, namun hasil yg diperoleh sangat baik tidak seperti biasanya.

Sorenya Surti dihubungi Pak Sar. Beliau bilang kalo Surti sudah bisa ngelab lagi di laboratoriumnya mulai besok.

Kata beliau, selama ini pekerjaan Surti di lab hasilnya kurang bagus karna ada si “mas-mas misterius” yang naksir Surti. Ia tidak ingin Surti buru-buru lulus dan pergi dari situ. 

Tapi sekarang sudah aman, si “mas-mas misterius” sudah diminta pergi dari situ dan tidak akan mengganggu Surti lagi.

Berdasarkan cerita Pak Sar, si “mas-mas” itu berpakaian layaknya mahasiwa pada umumnya, usianya sekitar 25th, wajahnya lebih tanpa ekspresi, namun ada sedikit senyum saat dia memandangi Surti tertidur.

Romantis sih, tapi rada-rada gimana gitu ya ngebayanginnya..

*******

Gitu deh cerita para penghuni lab part 1. Horornya sebenernya lebih karena ngelabnya jadi gak kelar-kelar 😂😂😂. Jadi buat kamu yang lagi ngelab tapi gagal mlulu, hayoo..coba dicek ada gak mas-mas/mbak-mbak yang juga suka mengamatimu dalam diam. 👻👻👻

Masih ada cerita seputar “mbak-mbak” yang ngelab di malam hari, atau cerita tentang “mbak-mbak” yang duduk (dalam diam) di tangga (yang jarang dilewati) di part selanjutnya 🙌🙌🙌

Salam nguik-nguik!

4 thoughts on “Mas-Mas Misterius Yang Tak Ingin Kamu Segera Lulus – Para Penghuni Lab Part 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.